Memahami Makna Kata Melatih Keterampilan Berbicara

Ketika berbicara kepada orang lain, pembicara sebaiknya menggunakan kalimat yang komunikatif sehingga mudah dimengerti dan tidak menimbulkan kesalahan dalam penafsiran. Hal ini tentu saja bertujuan agar gagasan atau ide yang disampaikan oleh pembicara dapat ditangkap dan dimengerti oleh pendengar. Oleh karena itu, dalam berbicara kita perlu memperhatikan makna dari setiap kata yang kita gunakan. Kita harus melihat apakah kata yang kita gunakan di dalam kalimat memiliki makna yang sesuai dan dapat dinalar oleh pendengar. Secara garis besar, makna kata dibedakan menjadi dua jenis yaitu makna leksikal dan makna gramatikal. Makna leksikal adalah makna yang dikandung oleh suatu kata atau makna menurut kamus, sedangkan makna gramatikal adalah makna kata yang didasarkan atas hubungan antar unsur bahasa dalam satuan yang lebih besar. Agar kalimat atau gagasan yang ingin kita sampaikan mengandung makna yang tepat dan sesuai dengan nalar, maka kita harus cermat dalam memilih kata. Kesalahan dalam memilih kata akan menyebakan kalimat menjadi rancu dan berpengaruh terhadap makna kalimat tersebut.
Cara Memilih Kata yang Tepat
Penggunaan kata atau parafrasa dalam sebuah kalimat menimbulkan perbedaan makna kata. Perbedaan tersebut meliputi makna kamus, makna teks, struktur, dan metafora. Keterampilan dalam memahami perbedaan makna sangat dibutuhkan agar dapat memahami informasi secara efektif.
Seorang pendengar atau penyimak dapat dengan mudah menangkap ide atau gagasan dari setiap kalimat yang disampaikan oleh pembicara jika pembicara menggunakan kalimat yang komunikatif. Kalimat komunikatif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, sesuai dengan nalar, dan sesuai dengan pesan yang diamksud oleh pembicara.
Dengan kata lain, poin penting yang harus kita perhatikan ketika berbicara adalah ketersampaian pesan. Saat berbicara, pastikanlah bahwa kalimat yang kita sampaikan dapat dinalar oleh pendengar sehingga pesan yang ingin kita sampaikan dapat diterima.
Baca juga : Jenis-jenis Makna Kata dalam Bahasan Indonesia.
Untuk memastikan ketersampaikan pesan, maka kita harus memperhatikan ketepatan dalam pemilihan kata. Agar kita dapat mencapai ketepatan dalam pemilihan kata dari segi makna, maka berikut beberapa hal yang perlu kita lakukan.
#1 Makna Denotasi dan Konotasi
Pada pendahuluan kita sudah membahas mengenai makna leksikal dan makna gramatikal. Makna leksikal dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Makna denotasi
2. Makna konotasi
Makna denotasi adalah makna makna harfiah, makna pokok, makna objektif, atau makna referensial. Dengan kata lain, makna denotasi adalah makna sebenarnya sesuai dengan kata tersebut berdasarkan kamus.
Contoh :
1. Dani sedang makan nasi goreng bersama teman-temannya.
2. Setiap bulan kakek rutin memeriksa kesehatan jantung dan hatinya.
Makna konotasi adalah makna tambahan, makna subjektif, atau makna yang timbul karena adanya kaitan fikiran yang menimbulkan nilai rasa kata pada makna pokok. Makna konotasi sering desebut sebagai makna kiasan, ungkapan idiomatis, atau makna yang tidak sebenarnya.
Contoh :
1. Wanita itu makan hati karena perbuatan suaminya.
2. Walaupun tidak lagi tampan, kakek tetap jadi jantung hati nenek.
Agar mencapai ketepatan dalam pemilihan kata dari segi makna, maka kita harus bisa membedakan makna denotasi dan makna konotasi. Cara membedakannya adalah dengan melihat ada tidaknya makna tambahan atau nilai rasa pada kata itu.
Jika kita hanya membutuhkan pengertian dasar atau makna pokok, maka kita harus menggunakan kata-kata yang bermakna denotatif. Sebaliknya, jika kita memerlukan reaksi emosional tertentu atau makna tambahan, maka kita bisa menggunakan kata-kata yang bermakna konotatif.
Baca juga : Contoh Kalimat Konotasi Positif dan Konotasi Negatif.
#2 Kata Umum dan Kata Khusus
Hal penting berikutnya yang harus kita perhatikan adalah kata umum dan kata khusus. Ketepatan dalam pemilihan kata bisa dicapai jika kita dapat mencermati pemakaian kata umum dan kata khusus dengan

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Memahami Makna Kata Melatih Keterampilan Berbicara"

Posting Komentar

 
Tentang Mas Shohibi

 Bukan blogger pemula, tapi bukan juga seorang blogger master.
 Mas Shohibi hanyalah seorang pengangguran yang senang  
 mempelajari hal-hal baru di Internet (sambil nyari ilmu).